4 Faktor Darah Malam Pertama Terjadi Serta Jumlah Yang Normal

33 views

4 Faktor Darah Malam Pertama Terjadi Serta Jumlah Yang Normal

Akun seorang wanita tentang malam pertamanya akhirnya menjadi sensasi media sosial. Pemilik akun @nurlapryni104 mengungkapkan melalui TikTok bahwa setelah kejadian darah malam pertama, ia membutuhkan transfusi darah. Pertanyaannya adalah apakah jenis pendarahan hebat ini berbahaya bagi wanita di malam pertama?

Ahli kebidanan dan kesuburan Boy Abidin mengatakan, pendarahan bisa terjadi selama hubungan intim apa pun, tidak hanya pada malam pertama berhubungan seks. Namun, Boy mengatakan bahwa dalam kecelakaan yang kemudian menjadi viral, pendarahan yang begitu parah sehingga membutuhkan transfusi darah bukan karena selaput dara yang robek. Selaput dara tipis, pembuluh darah kecil, dan hanya ada pembuluh darah perifer. Tidak berdarah berlebihan saat robek,

Baca Juga : Kenali 4 Cara Penularan Hiv Aids Di Tengah Kasus Meningkat

4 Alasan Darah Malam Pertama Terjadi Saat Berhubungan Intim

Jika Anda melihat pendarahan setelah aktivitas seksual secara umum, ada empat kemungkinan alasan.

  1. Vagina Yang Tegang

Kondisi vagina yang kurang elastis dan rileks meningkatkan risiko darah malam pertama. Ahli kebidanan itu mengatakan siapa saja yang bisa mengalami kondisi vagina yang kurang rileks, termasuk ibu-ibu yang sudah punya anak.

  1. Penetrasi Yang Terlalu "Kasar"

Terkadang pendarahan terjadi karena terlalu banyak penetrasi "kasar". Dia memberitahu bahwa seorang pasien datang dengan perdarahan hebat. Ada robekan di forniks yang ditemukan setelah pemeriksaan lebih dekat.

Lipatan dalam vagina antara dinding dan leher rahim dikenal sebagai forniks. Pembuluh darah besar ditemukan di area tertentu. Dalam malam pertama bisa hebat terjadi ketika ada kerusakan, robekan atau luka. Jika pendarahan tidak segera dihentikan, akibatnya bisa fatal.

  1. Penyalahgunaan Seks Toys

Penggunaan teknologi bantu dapat bermanfaat atau membawa malapetaka. Alat bantu seksual dapat menyebabkan kerusakan karena bentuk atau teksturnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih alat bantu seksual yang tepat dan mempertimbangkan kondisi fisik Anda.

  1. Seks Anal

Seks anal berisiko dan tidak cocok untuk semua orang. Selain kemungkinan luka berdarah, ada juga risiko penyebaran kuman dari anus ke alat kelamin. Penetrasi anus yang salah dapat menyebabkan pendarahan. Ada robekan di area dinding anus dan penetrasinya terlalu kuat.

Hubungan intim harus selalu dimulai dengan foreplay yang cukup, tambahnya. Wanita perlu dipersiapkan secara mental dan fisik, dengan organ vagina mereka dilumasi dengan sempurna. Risiko robek dan berdarah dapat dikurangi dengan memiliki otot vagina yang fleksibel.

Beberapa percaya harus ada darah malam pertama, namun Ahli kebidanan Boy berpendapat bahwa anggapan ini tidak benar. Selaput dara sangat fleksibel. Malam pertama waktu tidur tanpa darah berarti kamu sudah tidak perawan? Ada beberapa wanita yang tidak mengalami pendarahan, tetapi ada juga yang mengalaminya karena selaput dara sangat elastis.

Baca Juga : Waspada Bercinta Setelah Operasi Caesar, Ini 5 Tipsnya!

Berapa Banyak Pendarahan Yang Disebabkan Oleh Selaput Dara?

jumlah darah malam pertama

Wanita sering berdarah saat pertama kali melakukan kontak vagina, yang normal. Namun, sebagian lainnya juga dianggap normal meski tidak berdarah sama sekali. Selaput dara diregangkan, menyebabkan pendarahan, dan biasanya hanya sedikit darah yang dihasilkan. 

Namun, beberapa wanita memiliki jaringan selaput dara yang lebih tebal, yang membuat mereka lebih rentan terhadap pendarahan. Juga, Anda mungkin mengalami secara tidak sadar pada hari pertama menstruasi Anda, yang menyebabkan lebih banyak darah berdarah. 

Cedera Miss V adalah faktor lain yang dapat menyebabkan darah malam pertama atau pendarahan ringan setelah berhubungan seks. Peregangan yang lebih ekstrim dari biasanya adalah penyebabnya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh alergi atau kurangnya pelumasan.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk memeriksakan diri jika terlihat terlalu banyak darah yang bocor. Jangan biarkan gangguan yang berpotensi membahayakan ditemukan sebagai alasan. 

Penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia, yang merupakan penyakit menular seksual, dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan. Pengobatan akan lebih mudah jika penyakit ini diidentifikasi sejak dini.

Lantas, apakah selaput dara masih bisa rusak tanpa berhubungan seks? Ya, ini adalah jawabannya. Selaput dara yang robek tanpa penetrasi dapat disebabkan oleh masturbasi, pemeriksaan fisik, pembedahan, atau bahkan penggunaan tampon yang ukurannya tidak tepat. Alasan lain wanita mengalami robekan selaput dara termasuk terluka, terlibat dalam aktivitas fisik yang berlebihan, terkena sesuatu, dan berolahraga.

Demikianlah informasi seputar 4 Faktor Darah Malam Pertama Terjadi Serta Jumlah Yang Normal. Semoga bermanfaat.

Tags: #darah malam pertama #sains #seks

Rumah Sakit Container