8 Jenis Penyakit Kulit Yang Sering Terjadi Pada Bayi! Berikut Cara Mengobatinya

89 views

 

Bayi memiliki kulit yang masih sangat halus serta mereka sangat rentan terhadap masalah kulit. Lalu apa saja penyakit kulit yang paling umum pada bayi baru lahir dan bagaimana cara pengobatannya? Sebagai orang tua, Anda perlu memahami hal ini agar masalah kulit bayi tidak semakin parah. Simak ulasannya di bawah ini.

Penyakit kulit yang menyerang bayi baru lahir adalah hal biasa. Faktanya, infeksi kulit pada bayi umumnya tidak berbahaya dan mudah diobati di rumah. Berikut terdapat penjelasan mengenai 8 Jenis Penyakit Kulit Yang Paling Umum Pada Bayi baru lahir, yaitu:

  1. Ruam Popok

Penyakit Kulit Akibat Ruam Popok

Salah satu penyakit kulit yang paling umum pada bayi adalah ruam popok. Iritasi kulit merah cerah dan gatal di area bokong yang tertutup popok menjadi ciri kondisi ini. Ruam popok berkembang pada bayi karena kondisi popok basah dan jarangnya mengganti popok. Hal ini menyebabkan gesekan antara kulit bayi dan bahan katun popok sehingga berpotensi menyebabkan ruam. Ruam popok bukanlah kondisi yang mengancam jiwa, tetapi tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakteri.

Cara mengobati:

Untuk meredakan ruam dan mencegah iritasi bertambah parah, oleskan pelembab bayi yang mengandung seng oksida dan lanolin. Lotion ini juga melembabkan dan melembutkan kulit bayi Anda. Untuk menghindari terulangnya ruam popok, pastikan pantat bayi kering. Setelah bangun tidur, tinggalkan bayi Anda sendiri untuk sementara waktu tanpa memakai popok.

Selain itu, pastikan popok bayi tidak terlalu ketat dan pas dengan pantat bayi. Pastikan popok bayi Anda diganti secara teratur. Ketika muncul garis merah pada kulit bayi, itu menandakan bahwa popok terlalu ketat.

  1. Penyakit Kulit Berupa Jerawat 

Jerawat Pada Bayi

Dalam waktu satu bulan setelah lahir, jerawat di pipi, hidung, dan dahi bayi baru lahir biasa terjadi. Jerawat bayi biasanya menghilang tiga sampai empat bulan setelah pertama kali muncul.

Akibatnya, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat hanya berlangsung dalam waktu singkat. Salah satu penyakit kulit yang paling sering dan tidak berbahaya pada anak-anak adalah eksim.

Cara Mengatasinya:

Untuk mengobati jerawat pada bayi, cuci muka bayi dengan air dan gunakan pelembab tertentu. Obat jerawat untuk anak-anak dan orang dewasa harus dihindari. Juga, seperti halnya jerawat orang dewasa, mencubit atau memencet jerawat bayi akan memperburuk jerawatnya. Jika jerawat tetap ada atau tidak hilang setelah tiga bulan, segera temui dokter untuk perawatan kulit bayi yang tepat.

  1. Eksim 

Eksim Sebagai Salah Satu Penyakit Kulit

Salah satu penyakit kulit yang paling umum pada anak-anak adalah eksim, sering dikenal sebagai dermatitis atopik. Kulit anak dengan eksim menjadi kering, merah dan iritasi. Eksim paling sering menyerang wajah, siku, dada, atau lengan anak.

Reaksi alergi terhadap sabun, lotion, atau bahkan deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian bayi Anda adalah penyebab umum kondisi kulit bayi baru lahir ini.

Cara Mengobati:

Eksim pada bayi tidak memiliki pengobatan. Namun, biasanya terkendali dan akan hilang dalam beberapa bulan atau tahun. Mencegah kulit kering dan gatal, serta menghindari pemicu yang menyebabkan masalah tersebut muncul kembali, adalah pengobatan yang paling efektif. Untuk menjaga kulit bayi tetap terhidrasi dan mengurangi kekeringan akibat eksim, oleskan pelembab kulit bayi.

  1. Kulit Kering

Kulit Kering

Kulit bayi kering hingga bersisik adalah penyakit atau kondisi yang umum terjadi pada bayi. Beberapa kulit anak-anak terkelupas karena kekeringan. Penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, jika lingkungan sangat panas, kering atau dingin, kulit akan kehilangan cairan. Mandi atau bermain air dalam waktu lama adalah penyebab paling umum kulit bayi kering. Kulit bayi yang kering juga bisa disebabkan oleh sabun mandi yang digunakan.

Cara Mengatasinya:

Jangan memandikan bayi dalam waktu lama. Setelah memandikan bayi, biasakan mengoleskan pelembab pada kulit bayi untuk menjaga kelembaban pada kulit. Pastikan anak Anda juga mendapat cairan yang cukup.

Kulit kering pada bayi biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Jika masalah ini memengaruhi atau membuat bayi Anda tidak nyaman, segera bicarakan dengan dokter Anda. Kondisi ini akan ditangani dengan tepat oleh dokter.

  1. Hemangioma

Penyakit Kulit

Hemangioma adalah tanda lahir merah terang yang muncul saat lahir. Namun, indikasi ini dapat terjadi pada minggu pertama atau kedua keberadaan seorang anak. Hemangioma adalah benjolan yang tumbuh di kulit karena kelebihan pembuluh darah. Berdiameter hingga 10 cm dan berbentuk bulat atau lonjong.

Cara Mengobatinya:

Hemangioma dapat memudar seiring pertumbuhan bayi, meskipun dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan bayi menggaruk. Berbagai perawatan dapat digunakan, termasuk:

 

Jauhkan dari sinar matahari langsung.

  • Jaga kulit bayi sekering mungkin.
  • Jika kulit bayi rusak, hindari penggunaan sabun mandi.
  • Alih-alih menggosok bayi, bersihkan dengan lembut dengan air hangat.
  1. Cradle Cap

Cradle Cap Penyakit Kulit

Cradle cap adalah kondisi kulit yang dimulai sebagai ruam merah di kulit kepala dan berkembang menjadi keropeng kering, kuning, bersisik, dan berminyak. Penyakit kulit ini juga dikenal sebagai dermatitis seboroik, sangat umum terjadi pada tiga bulan pertama bayi. Cradle cap, juga dikenal sebagai dermatitis seboroik, mempengaruhi wajah, telinga dan leher.

Gangguan ini ditandai sebagai tidak menular dan tidak gatal. Adanya keropeng di kepala bayi, di sisi lain, bisa membuat pertumbuhan rambut bermasalah.

Cara Mengobatinya:

Dalam beberapa minggu atau bulan, cradle cap akan memudar dengan sendirinya. Anda dapat menggunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut dan kulit kepala dengan lembut. Gunakan sampo bayi dengan resep khusus untuk kulit sensitif, serta salep untuk melembabkan kulit bayi.

  1. Biduran

Biduran

Biduran Adalah kulit gatal yang ditandai dengan munculnya benjolan merah yang membesar, menonjol, dan menyebar di kulit. Wajah, tubuh, lengan dan kaki anak-anak semuanya bisa terkena penyakit kulit ini.

Penyakit kulit ini yang terjadi pada bayi biasanya merupakan hasil dari reaksi alergi terhadap makanan, paling sering telur dan susu. Penyebabnya bisa jadi keringat bergesekan dengan kulit. Biduran tidak berbahaya, tetapi dapat membuat bayi baru lahir tidak nyaman saat tidur atau di siang hari.

Cara Mengatasinya:

Jika anak Anda mengalami biduran persisten, segera temui dokter untuk perawatan lebih lanjut. Untuk meredakan gejala, dokter mungkin meresepkan antihistamin.

  1. Impetigo

Impetigo

Penyakit kulit ini umumnya terjadi pada anak-anak termasuk bayi. Kondisi ini biasanya mempengaruhi hidung, pipi, dan di bawah mata, meskipun juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh atau wajah. Impetigo disebabkan oleh salah satu dari dua kuman yang masuk ke tubuh bayi melalui luka di kulit, yaitu:

  • Lepuh bulosa adalah lepuh berisi cairan dengan kerak tipis.
  • Nonbullo menghasilkan gelembung kuning berkulit tebal dengan cincin merah di sekelilingnya.

Cara Mengobatinya:

Impetigo pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya dalam dua sampai tiga minggu tanpa perlu terapi. Jika Anda menghubungi dokter, biasanya akan diresepkan antibiotik untuk mempercepat proses penyembuhan hingga 7-10 hari. Tindakan ini dapat membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi ke bayi dan anak-anak terdekat. Antibiotik dapat digunakan secara topikal atau diminum.

Berikutlah penjelasan mengenai 8 Jenis Penyakit Kulit Yang Umum Terjadi Pada Bayi serta cara mengobatinya. Apabila kondisi kulit yang terjadi pada bayi Anda tak kunjung membaik, periksakanlah bayi Anda ke dokter spesialis kulit.

Tags: #Cara Mengobati Eksim #Dermatitis #Penyakit Kulit #Penyakit Kulit Bayi

banner 300x280