Amankah Berhubungan Intim Saat Hamil? Simak Penjelasannya!

201 views

Amankah Berhubungan Intim Saat Hamil? Simak Penjelasannya!

Sebenarnya tidak apa-apa untuk berhubungan intim saat hamil, selama dokter atau bidan Anda tidak melarangnya. Berhubungan seks tidak akan membahayakan anak Anda. Jika Anda berhubungan seks dengan seorang pria, penisnya tidak akan dapat mencapai bayi Anda karena tidak dapat menembus melewati vagina Anda. Bayi Anda juga terlindungi dengan baik di dalam rahim dan tidak menyadari apa yang terjadi.

Hormon wanita pada masa kehamilan akan berbeda tentunya dengan kondisi sebelum hamil. Misalnya, vagina Anda mungkin lebih kering dari biasanya, menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan. Jangan khawatir jika ini terjadi untuk menghilangkan rasa sakit, coba gunakan pelumas berbahan dasar air.

Cairan ketuban di rahim Anda, serta otot-otot kuat rahim itu sendiri, melindungi bayi Anda yang sedang berkembang. Selama Anda tidak mengalami kesulitan seperti persalinan prematur atau masalah plasenta, aktivitas seksual tidak akan berpengaruh pada bayi Anda. Kehamilan, di sisi lain, dapat mengubah tingkat kesejahteraan dan hasrat seksual Anda.

Apa Yang Terjadi Ketika Berhubungan Intim Saat Hamil?

Selama kehamilan, dorongan seks Anda cenderung berubah. Beberapa wanita melaporkan peningkatan hasrat seksual, sementara yang lain melaporkan penurunan. Sebagai aturan umum, sebagian besar dorongan seks wanita menurun selama trimester pertama, meningkat selama trimester kedua, dan kemudian menurun lagi selama trimester ketiga.

Ingatlah bahwa setiap orang, dan setiap kehamilan, adalah unik. Jangan terlalu bersemangat. Yang paling penting adalah fokus pada kesehatan dan kesejahteraan Anda, dengarkan nasihat bidan dan lakukan yang terbaik untuk Anda.

Bagaimana Jika Tidak Ingin Melakukan Aktivitas Seksual Selama Kehamilan?

Sangat wajar untuk merasa lebih bergairah selama kehamilan, tetapi juga sangat dapat diterima untuk tidak ingin berhubungan seks sama sekali. Anda mungkin tidak ingin berhubungan seks karena berbagai alasan, termasuk:

  • Gejala kehamilan, seperti mual di pagi hari atau kelelahan, membuat Anda tidak bisa berhubungan intim saat hamil.
  • Anda merasa tidak nyaman secara fisik saat berhubungan seksual.
  • Anda menyadari perubahan fisik Anda, seperti penambahan berat badan.
  • Anda khawatir kekasih Anda tidak akan menganggap Anda menarik.
  • Anda khawatir menjadi orang tua.
  • Karena hormon kehamilan, juga sangat wajar untuk merasa lebih emosional dari biasanya selama kehamilan, yang kadang-kadang dapat menghambat dorongan seksual dan kepercayaan diri Anda.

Posisi Berhubungan Intim Saat Hamil

Berhubungan intim saat hamil tidak selalu mudah, dan Anda mungkin perlu bereksperimen dengan berbagai posisi. Seks dengan pasangan Anda di atas bisa menjadi canggung di awal kehamilan, bukan hanya karena bentuk perut Anda, tetapi juga karena payudara Anda mungkin terasa sakit. Ada kemungkinan berbaring miring, saling berhadapan atau dengan pasangan di belakang Anda akan menjadi lebih nyaman.

berhubungan intim saat hamil

Waspada! Hindari Seks Jika Terjadi Hal Ini

Kemungkinan Anda akan disarankan untuk menghindari seks jika:

  • Anda mengalami pendarahan yang signifikan selama kehamilan
  • Jika ada masalah dengan jalan masuk ke rahim Anda (leher rahim)
  • Anda mengharapkan lebih banyak anak
  • Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya dan sekarang berada di trimester ketiga kehamilan
  • Anda memiliki plasenta rendah 
  • Pasangan Anda terinfeksi penyakit menular seksual.

Mengenal Vaginosis Bakterial 

Penyebab utama keputihan atipikal adalah bakterial vaginosis (BV). Perubahan bakteri alami di lingkungan vagina Anda menyebabkan hal ini. Meskipun ini bukan infeksi menular seksual (IMS), Anda lebih mungkin memilikinya jika Anda menderita BV. Seks dapat menyebabkan BV. Jika Anda melakukan salah satu hal berikut, kemungkinan besar Anda akan terkena:

  • Anda adalah orang yang aktif secara seksual
  • Anda telah berganti pasangan secara seksual
  • Anda menggunakan sabun beraroma di dalam atau di sekitar area vagina Anda

Hubungan Antara Kehamilan dan Vaginosis Bakterial

Sebagian besar kehamilan tidak terpengaruh oleh vaginosis bakteri. Namun, masalah seperti kelahiran prematur dan keguguran mungkin terjadi. Jika Anda berhubungan seks dengan seorang pria, tunggu sampai pasangan Anda mencuci alat kelaminnya dan mengganti kondomnya (jika dia menggunakannya) sebelum beralih dari seks anal ke vagina. Jika tidak, Anda dapat menempatkan diri Anda pada risiko BV. Selama kehamilan, Anda mungkin mengalami keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Namun, jika Anda mengamati salah satu dari kondisi seperti perubahan warna dan sifat keputihan Anda, misalnya menjadi putih keabu-abuan, encer, dan berair, terutama setelah berhubungan seks, Anda harus menghubungi dokter Anda.

Demikian penjelasan mengenai Amankah Berhubungan Intim Saat Hamil? Simak Penjelasannya!. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang tak biasa, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menghindari berhubungan intim saat hamil termasuk seks anal, masturbasi, dan penggunaan mainan seks.

Rumah Sakit Container