Diagnosis Dini: Apa Itu Kanker Kulit & Kapan Harus Ke Dokter

48 views

Kanker kulit adalah kanker yang berkembang di sel-sel kulit. Perubahan pada kulit, seperti munculnya benjolan, bercak atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal, menggambarkan penyakit ini.

Paparan sinar UV matahari diyakini menjadi penyebab utama kanker kulit. Sinar UV dapat merusak sel-sel kulit, yang dapat menyebabkan kanker. Berikut ini adalah tiga jenis kanker kulit yang paling umum:

  1. Karsinoma Sel Basal

Ini adalah jenis kanker kulit yang muncul dari sel-sel di lapisan terdalam lapisan luar kulit (epidermis).

  1. Karsinoma Sel Skuamosa 

Jenis kanker kulit yang muncul dari sel-sel di lapisan tengah dan luar epidermis.

  1. Melanoma 

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang muncul dari sel-sel kulit penghasil pigmen (melanosit). Kanker melanoma kurang umum daripada karsinoma sel basal atau skuamosa, tetapi lebih mematikan.

Penyebab Kanker Kulit

Kanker kulit disebabkan oleh mutasi genetik atau perubahan pada sel-sel kulit. Asal pasti dari transformasi tidak diketahui, namun diyakini disebabkan oleh paparan sinar matahari yang ekstensif.

Radiasi ultraviolet dari matahari dapat merusak kulit dan menyebabkan perkembangan sel kulit yang tidak normal. Penyakit ini berpotensi berkembang menjadi keganasan.

Selain itu, risiko seseorang terkena penyakit kulit ini dapat ditingkatkan oleh sejumlah variabel, termasuk:

Faktor Dari Dalam

  • Riwayat Kanker Kulit

Seseorang yang pernah menderita penyakit ini sebelumnya memiliki risiko yang signifikan untuk mengembangkannya kembali. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah menderita penyakit ini, maka peluang Anda terkena kanker akan lebih tinggi.

  • Kulit Putih

Siapapun, apapun warna kulitnya, bisa terkena kanker kulit. Namun, karena orang berkulit putih memiliki lebih sedikit melanin, perlindungan UV mereka kurang efektif.

  • Tahi Lalat

Penyakit ini lebih mungkin berkembang pada orang yang memiliki beberapa tahi lalat atau ukuran yang signifikan.

  • Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Kanker kulit lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti pasien HIV/AIDS dan mereka yang menggunakan obat imunosupresif.

  • Keratosis Matahari

Bercak kasar dan bersisik dengan berbagai warna dapat muncul di wajah atau tangan karena paparan sinar matahari. Keratosis surya adalah istilah medis untuk gangguan ini. Keratosis surya merupakan penyakit prakanker yang dapat berkembang menjadi keganasan.

Faktor Dari Luar

  • Paparan Sinar Matahari

Kanker kulit lebih mungkin terjadi pada orang yang sering terpapar sinar matahari, terutama mereka yang tidak menggunakan tabir surya. Orang yang tinggal di iklim tropis atau pegunungan memiliki penyakit ini.

  • Paparan Radiasi

Penderita eksim atopik atau jerawat yang menggunakan terapi radiasi (radiation therapy) untuk pengobatan memiliki peningkatan risiko terkena kanker kulit, terutama karsinoma sel basal.

  • Paparan Bahan Kimia

Arsenik merupakan salah satu bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker (karsinogen).

Gejala Kanker Kulit

Gejala atau indikator kanker ini lebih sering terjadi di area tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, wajah, telinga, leher, lengan, atau kaki. Namun, tak disangkat bahwa penyakit ini dapat berkembang di area tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti telapak tangan, kaki, atau area vagina.

Berikut ini adalah tanda dan gejala dari berbagai jenis kanker kulit:

  • Gejala Karsinoma Sel Basal 

Benjolan lunak dan mengkilat pada permukaan kulit atau lesi kulit datar, hitam atau coklat kemerahan yang menyerupai daging adalah tanda-tanda karsinoma sel basal.

  • Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Benjolan merah keras pada kulit, atau lesi datar dan bersisik seperti koreng, adalah tanda-tanda karsinoma sel skuamosa. Lesi gatal, berdarah, atau berkerak sering terjadi.

  • Melanoma

Bintik-bintik coklat atau benjolan adalah tanda-tanda kanker kulit melanoma. Melanoma menyerupai tahi lalat konvensional, namun bentuknya lebih tidak beraturan. Metode ABCDE dapat digunakan untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma. Ini adalah beberapa metode:

  • Asimetris, umumnya melanoma emiliki bentuk yang tidak asimetris.
  • Border (pinggiran), garis pinggir bentuk melanoma cenderung berantakan.
  • Color (warna), warna kanker kulit melanoma bisa ada lebih dari satu.
  • Diameter, ukurannya melebihi 6 mm. 
  • Evolusi, bentuk, warna, dan ukuran dapat berubah-ubah. 

ABCDE Melanoma

Kapan Anda harus ke dokter?

Jika muncul kelainan atau perubahan kulit, seperti benjolan, lecet, perubahan warna kulit, tahi lalat yang tiba-tiba membesar atau berubah bentuk, atau luka pada kulit yang sulit sembuh, konsultasikan dengan dokter jauh-jauh. Dokter akan memeriksa kulit Anda dan mencari tahu apa yang menyebabkan perubahan.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua perubahan pada kulit disebabkan oleh kanker. Namun, tes atau skrining diperlukan untuk mendeteksi kanker sejak dini dan mencegahnya berkembang menjadi stadium lanjut.

Diagnosis Dini

Seorang dokter akan memeriksa kulit Anda untuk mencari penyimpangan yang dapat mengindikasikan kanker kulit.

Bentuk, ukuran, warna dan tekstur kulit dipertimbangkan selama pemeriksaan. Dokter dapat menggunakan tes ini untuk melihat apakah perubahan tersebut disebabkan oleh kanker atau penyakit lain.

Biopsi kulit akan dilakukan oleh dokter kulit untuk memastikan diagnosis. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit dan memeriksanya di laboratorium.

Jika kelainan kulit disebabkan oleh kanker, dokter akan menilai derajat dan stadium kanker kulit yang diderita pasien. Prosedur lain, seperti CT scan, MRI, atau biopsi kelenjar getah bening, dapat digunakan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar.

Tags: #Kanker Kulit #Melanoma #Tahi Lalat