Bukan Hanya Posisi Seks, Ini 7 Fakta Kamasutra!

317 views

Bukan Hanya Posisi Seks, Ini 7 Fakta Kamasutra!

Apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar Kamasutra? Ya, posisi seks pasti menjadi salah satu fokus pikiran Anda. Sebenarnya, buku cinta tertua di dunia ini juga menawarkan pengetahuan tentang seni menjalani kehidupan yang memuaskan.

 Sejarah Munculnya Kamasutra

Buku Kamasutra kelahiran India tidak hanya menampilkan banyak posisi seksual. Namun, buku ini juga menjelaskan cara berkomunikasi dengan orang lain, cara menarik perhatian seseorang, cara mencintai, cara bersikap terhadap pasangan dan sebaliknya, serta cara bercinta dengan posisi yang benar.

Tanggal pasti pembuatan buku ini tidak diketahui dengan jelas. Banyak sarjana percaya bahwa Kamasutra ditulis antara 400 SM dan 300 M. Menurut Wendy Donigor, seorang ahli negara bagian India (Indologist), buku ini mungkin telah dibuat pada pertengahan abad ke-3.

7 Fakta Menarik Buku Kamasutra

buku kamasutra

Nama "Kamasutra" berasal dari gabungan dua kata "kama" yaitu gairah dan "sutra" yang berarti benang yang menghubungkan sesuatu. Oleh sebab itu, kata ini dapat merujuk pada semua aspek bercinta atau gairah di satu tempat.

Menurut buku cinta ini, kedudukan bercinta (seks) mirip dengan musik atau lukisan, keduanya merupakan bentuk seni yang dapat dijadikan pedoman untuk mencapai tingkat kebahagiaan dan pemenuhan tertinggi dalam hidup. Berikut penjelasan mengenai Bukan Hanya Posisi Seks, Ini 7 Fakta Kamasutra! Yang dapat Anda pelajari.

  1. Tujuh Panduan

Vatsyayana Mallanaga, seorang filsuf India, ia adalah orang yang menulis buku ini. Komposisinya adalah campuran dari prosa, puisi dan teater fantasi naratif (percakapan) dalam bahasa Sansekerta, dengan 1250 ayat, 36 bab dan 64 bagian yang tersebar dalam tujuh jilid. Adapun 7 bab tersebut yaitu:

  • Dattaka (deskripsi tujuan dan prioritas hidup)
  • Suvarnanabha (posisi seksual)
  • Ghotakamukha (perkawinan)
  • Gonardiya (hak dan kewajiban istri)
  • Gonik Putra (hubungan emosional dengan pasangan)
  • Charayana (hubungan sebelumnya)k
  • Kuchumara (masa lalu kemitraan) 
  1. Versi Bahasa Inggris Hadir Di Abad ke-19

Sir Richard Francis Burton adalah orang pertama yang menerjemahkan Kamasutra ke dalam bahasa Inggris, pada tahun 1893. Ia mengolahnya kembali sesuai dengan "selera" masyarakat Inggris saat itu, daripada menerjemahkannya dengan tepat. Buku tersebut dikenal sebagai posisi seksual yang memandu waktu, karena cara menerjemahkannya (aspek fisik dari seks). 

Memang, tujuan awal buku ini adalah untuk mengajarkan orang bagaimana memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan mereka dan bagaimana menggunakan seksualitas secara konstruktif untuk kebaikan.

  1. 64 Posisi

Bagian yang paling banyak dibahas adalah bab 2 yaitu Suvarnanabha, yang mencakup sekitar 64 posisi seksual yang membutuhkan kelenturan tubuh untuk dilakukan. Namun, perspektif buku bercinta di sini bukan hanya tentang seks, ini juga tentang pelukan, ciuman, desahan dan tindakan sensual lainnya.

Dalam posisi Prenkholuta (mengayun), misalnya, ia berbaring terlentang, berjalan dengan kaki, lalu mengangkat pinggul. Setelah itu, pasangan akan duduk di atasnya, lebih disukai dalam posisi cowgirl terbalik. Untuk menopang berat badan, Anda membutuhkan otot punggung dan kaki yang kuat.

Pose ini harus dilakukan di lantai yang lebih kencang. Postur ini tidak hanya menawarkan kepuasan maksimal, tetapi juga baik untuk kesehatan Anda karena memungkinkan Anda untuk membakar banyak kalori.

  1. Tidak Ada Penetrasi

Kamasutra juga menunjukkan bahwa posisi seksual bukanlah satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan. Bisa juga dilakukan dengan membentuk ikatan emosional, yang bisa dilakukan tanpa harus selalu penetrasi.

Pertimbangkan bagaimana Anda dan pasangan, misalnya, duduk dengan tenang saling berhadapan. Kemudian letakkan tangan pasangan kita di dada dan sebaliknya, dan secara bersamaan tarik napas dan hembuskan.

Ingatlah untuk saling menatap untuk waktu yang lama tanpa bergerak. Teknik meditasi ini dapat membantu kita meningkatkan indra kita dan mendapatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan tingkat gairah kita.

  1. Pelukan Sebagai Bentuk Foreplay

Pelukan sangat disarankan sebagai bentuk foreplay oleh Kamasutra. Pelukan dapat membantu orang merasa lebih terhubung dan puas. Jataveshtitaka, yang dibungkus atau dipeluk sangat erat dari ujung kepala sampai ujung kaki, adalah jenis pelukan yang disarankan.

Adapun jenis pelukan lainnya yaitu Vrikshadhirudhaka versi memanjat pohon, yaitu seorang wanita dipeluk sambil digendong oleh kekasihnya. Disamping itu ada Tandulaka yaitu sebuah campuran wijen dan biji bera, di mana tangan dan kaki bergabung dengan tubuh yang lain. Tak ketinggalan versi Kshiraniraja yang merupakan susu dan air, di mana tangan dan kaki melekat pada tubuh yang lain.

  1. Kecerdasan Adalah Sensualitas

Keintiman yang lebih besar disarankan oleh buku ini dalam semua interaksi, bukan hanya yang intim. Buku ini juga mengajarkan bagaimana meningkatkan harga diri dan daya tarik seseorang. Misalnya, menguasai seni musik, memecahkan teka-teki, bermain permainan kata, dan mengikuti pengetahuan sosial, ekonomi, dan politik dapat membantu Anda memperoleh pemahaman. Artinya, orang intelektual memiliki tingkat ketertarikan seksual yang tinggi.

  1. Kehidupan Seks Yang Sehat Seimbang Dengan Gaya Hidup Sehat

Setiap manusia mendambakan kehidupan yang sehat dan seimbang. Alasannya adalah karena untuk sukses dalam berhubungan seks, Anda masing-masing harus dalam kondisi fisik yang baik. 

Pria harus mencukur dan menghilangkan rambut dari berbagai area tubuh mereka, menurut Kamasutra. Seorang pria atau pasangan juga harus tinggal di tempat dengan sirkulasi udara dan sinar matahari yang baik, mandi dan menyikat gigi secara teratur, dan secara konsisten berpenampilan layak. Jangan hanya berharap wanita saja yang merawat dirinya agar terlihat cantik.

Tags: #buku kamasutra #kamasutra #kesehatan seksual #posisi seks #seks

Rumah Sakit Container