Gejala Kanker Paru-Paru Yang Menggerogoti Verawaty Fajrin

39 views

Verawaty Fajrin, ratu bulu tangkis Indonesia tahun 1980-an, kini menderita kanker paru-paru dan dirawat di rumah sakit. Hal tersebut dibenarkan oleh Rosiana Tendean, legenda bulu tangkis Indonesia yang juga menjadi partner Verawaty. Verawaty Fajrin telah menerima perawatan kemoterapi lima kali di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, menurut Rosiana.

Pada Maret 2020, Verawaty Fajrin didiagnosis menderita kanker paru-paru. Verawaty Fajrin akhirnya dipindahkan ke RS Dharmais atas bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Kesehatan. Kondisi Verawaty Fajrin membaik setelah dirawat di RS Dharmais dan sudah bisa pulang.

Kondisi Verawaty Fajrin belakangan ini semakin memburuk. Verawaty Fajrin dikembalikan ke RS Dharmais untuk menjalani perawatan. Kondisi Verawaty Fajrin, menurut Rosiana Tendean, masih dipantau di ruang transit RS Dharmais hingga Minggu (19 September 2021).

Pasalnya, High Care Unit (HCU) RS Dharmais masih penuh. Dengan keprihatinan Verawaty Fajrin saat ini, Rosiana Tendean berharap pemerintah Indonesia bisa segera turun tangan. “Adik Vera hanya pemegang kartu BPJS kelas 2, dan terpaksa menunggu di ruang transit karena HCU penuh.

Verawaty sempat membaik pada bulan Maret, namun kembali sakit dan kambuh pada perayaan Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Dirinya berhasil pulang ke rumah setelah dirawat di RS Dharmais, tetapi kondisinya memburuk beberapa hari yang lalu dan dia dibawa kembali ke Dharmais.

Prestasi Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin 

Verawaty Fajrin adalah pemain bulu tangkis legendaris Indonesia tahun 70-an dan 80-an. Prestasi Verawaty Fajrin yang paling menonjol adalah memenangkan kejuaraan dunia tunggal putri pada tahun 1980. Verawaty Fajrin juga berlaga di ganda putri dan ganda campuran selama karirnya, serta tunggal putri.

Prestasi Verawaty Fajrin di ganda campuran dan ganda putri juga tak kalah impresif. Verawaty Fajrin meraih medali emas ganda putri pada Asian Games 1978 dan SEA Games (1981 dan 1987). Lima pebulu tangkis Indonesia telah bermain di ganda putri bersama Verawaty: Imelda Wigoena, Ruth Damayanti, Rosiana Tendean dan Ivana Lie. Verawaty Fajrin meraih gelar juara dunia ganda campuran pada 1986 bersama pasangannya.

Gejala dan Penyebab Kanker Paru-Paru

Gejala Kanker Paru-Paru Yang Menggerogoti Verawaty Fajrin

Ketika sel-sel ganas (kanker) tumbuh di paru-paru, itu disebut kanker paru-paru. Orang yang merokok lebih mungkin terkena kanker ini, yang merupakan salah satu dari tiga kanker yang paling umum terjadi di Indonesia.

Meskipun lebih sering terjadi pada perokok, kanker paru-paru juga dapat menyerang non-perokok, terutama mereka yang sering terpapar bahan kimia di tempat kerja atau yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

Gejala Kanker Paru-paru

Semakin cepat ditemukan, semakin besar kemungkinan terapi akan berhasil. Kanker paru-paru umumnya tidak memiliki tanda-tanda pada tahap awal, yang memalukan. Ketika tumor telah tumbuh cukup besar atau penyakit telah menyebar ke jaringan dan organ terdekat, gejala baru berkembang. Pasien kanker paru-paru dapat mengalami berbagai gejala, antara lain:

  • Batuk terus-menerus
  • Batuk dengan darah
  • Penurunan berat badan yang ekstrem
  • Nyeri dada dan tulang
  • Kesulitan bernapas

Faktor Risiko 

Karena merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru, sebagian besar dari mereka yang mengembangkan penyakit ini adalah perokok saat ini. Orang yang tidak merokok, di sisi lain, dapat mengembangkan kanker paru-paru.

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker meliputi:

  • Memiliki anggota keluarga yang terdiagnosis kanker paru-paru
  • Bekerja atau tinggal di lingkungan berbahaya yang terkontaminasi bahan kimia
  • Paparan polusi udara secara teratur
  • Pernah menjalani radioterapi

Diagnosis Dini

Sinar-X, CT scan, dan biopsi jaringan paru-paru dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker paru-paru. Dokter dapat menentukan jenis dan stadium kanker berdasarkan hasil ketiga tes tersebut. Seorang ahli paru dapat menggunakan pemindaian PET untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatan akan diberika sesuai keperluan dan tingkat keparahan penyebaran kanker. 

Pengobatan Kanker Paru-paru

Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker paru-paru stadium awal. Jika kanker sudah lanjut, radiasi dan kemoterapi dapat digunakan untuk mengobatinya. Selain itu, kanker paru-paru dapat diobati dengan terapi bertarget, terapi ablasi, terapi fotodinamik, dan cryotherapy, di antara pilihan lainnya.

Tags: #Gejala Kanker Paru-Paru #Kanker Paru-Paru #Penyakit Kanker #Verawaty Fajrin