Memahami Panic Attack & 5 Cara Pengobatan Gangguan Mental

143 views

Memahami Panic Attack & 5 Cara Pengobatan Gangguan Mental

Panic attack bisa menyerang kapan saja dan di mana saja. Mereka yang terkena dampak akan merasa ketakutan dan diliputi oleh perasaan cemas yang kuat, meskipun mereka tidak dalam bahaya.

Banyak politisi dan selebriti yang karier dan acaranya terganggu oleh serangan ini, seperti Miley Cyrus, Oprah Winfrey dan Stephen Colbert termasuk di antara mereka. Lantas, apa sih panic attack yang kerap terjadi pada beberapa orang tersebut?

Apa itu Panic Attack?

Ketika tidak ada bahaya nyata atau alasan yang jelas, panic attack adalah serangan teror akut atau intens yang menyebabkan sejumlah gejala fisik yang parah. Serangan panik cukup menakutkan karena membuat kita merasa seperti kehilangan kendali, seolah-olah kita menderita serangan jantung atau stroke, atau bahkan seolah-olah kita akan mati.

Pasien yang panik sering pergi mengunjungi dokter, berulang kali meminta untuk dibawa ke ruang gawat darurat karena mereka menunjukkan gejala fisik yang parah. Berbagai tes laboratorium telah dilakukan, serta tes yang lebih sulit seperti endoskopi, CT scan dan MRI, dengan hasil yang umumnya positif. Setiap serangan tersebut umumnya akan selalu mendorong korban untuk memeriksa kembali situasinya. Seolah menerima penjelasan dokter bahwa kondisi mereka memang normal itu sulit.

Beberapa orang hanya mengalami satu atau dua panic attack sepanjang hidup mereka. Namun, banyak orang telah menjadi korban serangan yang tidak direncanakan tersebut dan mereka juga terjebak dalam lingkaran teror. Gangguan panik adalah suatu kondisi yang ditandai dengan serangan berulang. 

Ketakutan akan terjadinya hal gangguan mental tersebut menghantui mereka yang menderita gangguan panik, yang dikenal sebagai kecemasan antisipatif. Meskipun panic attack tidak mengancam jiwa, pengalamannya bisa traumatis dan berdampak besar pada kualitas hidup dan fungsi penderita sehari-hari.

Baca Juga : Gangguan Bipolar: Gejala, Penyebab Serta Pencegahannya

Gejala Panic Attack

Panic attack ditandai dengan perubahan yang cepat, tanpa tanda atau gejala peringatan. Serangan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk saat mengendarai mobil, di keramaian, tidur atau bersenang-senang. Frekuensi serangan panik bervariasi, beberapa cukup umum, sementara yang lain cukup jarang. 

Tanda dan gejala serangan panik bervariasi dari orang ke orang. Serangan biasanya menjadi sangat kuat dalam beberapa menit dan kemudian secara bertahap mereda sampai memudar dan meninggalkan rasa lelah.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala panic attack:

  • Memiliki perasaan akan sesuatu yang buruk.
  • Takut menjadi "gila" jika kehilangan kendali.
  • Seolah-olah dia berada di ambang kematian
  • Detak jantung yang kuat
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetaran
  • Tersedak tenggorokan dan sesak napas
  • Bagian tubuh mungkin terasa dingin atau seluruh tubuh mungkin terasa dingin.
  • Wajah terbakar
  • Muntah disertai kram perut
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala, berputar dan melayang sampai seperti akan pingsan.
  • Kesemutan atau sensasi sesuatu yang merayap di bawah kulit
  • Merasa jauh dari kenyataan atau seperti berada dalam mimpi

Sehebat apapun serangan tersebut, biasanya akan mengarahkan penderita untuk menghindari tempat-tempat yang pernah mengalami serangan sebelumnya dan selalu didampingi oleh seseorang yang dipercaya untuk mendapatkan pengobatan sesegera mungkin jika terjadi serangan panik.

Penyebab Gangguan Mental

penyebab panic attack

Panic attack sering disebabkan oleh stres. Faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi pada timbulnya gejala meliputi:

  • Ada pola kecemasan pada anggota keluarga biologis, menurut genetika.
  • Temperamen sangat sensitif terhadap stres atau emosi negatif
  • Hiperaktivitas sistem saraf otonom dan gangguan keseimbangan biokimia pada saraf otak merupakan contoh gangguan fungsional pada sistem saraf pusat.

Sementara berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kepanikan:

  • Ada anggota keluarga yang menderita serangan panik.
  • Anda pernah mengalami kecelakaan traumatis atau stres
  • Ada perubahan yang signifikan dalam hidup seseorang, seperti perceraian, melahirkan, karir baru dan sebagainya.
  • Konsumsi tembakau dan konsumsi kopi berlebihan
  • Pelecehan fisik atau seksual di masa lalu

Baca Juga : Simak! Penyebab OCD Yang Dialami Aliando Syarief

5 Cara Mengatasi Panic Attack

Gangguan mental ini bisa menakutkan dan bisa menyerang secara tak terduga. Berikut adalah beberapa cara untuk membantu Anda menghentikan atau mengelola serangan panik.

  1. Cari Bantuan Profesional

Orang yang menderita panic attack atau gangguan panik dapat mengambil manfaat dari terapi perilaku kognitif atau Cognitive-behavioral therapy (CBT) dan jenis psikoterapi lainnya. CBT berusaha mengubah cara Anda berpikir tentang peristiwa yang sulit atau menakutkan dan untuk membantu Anda menemukan strategi baru untuk menghadapinya ketika itu muncul.

CBT tersedia untuk individu atau kelompok, online atau secara langsung, dan durasi perawatan bervariasi. Terapis Anda akan memaparkan Anda pada apa pun yang dapat menyebabkan serangan panik dan membantu Anda mengatasinya dalam CBT berbasis paparan.

  1. Minum Obat Sesuai Resep

Benzodiazepin, seperti alprazolam (Xanax), dapat digunakan untuk meredakan gejala panik. Namun, mereka tidak membantu dengan masalah kecemasan yang mendasari dan dapat dengan cepat menyebabkan kecanduan. Akibatnya, dokter menyarankan untuk menggunakannya hanya untuk waktu yang singkat selama krisis. Karena benzodiazepin adalah obat resep, Anda pasti memerlukan diagnosis gangguan panik untuk mendapatkannya.

  1. Belajar Bernapas

Pernapasan dapat membantu meredakan gejala panik selama serangan. Anda cenderung tidak mengalami hiperventilasi, yang dapat memperburuk gejala lain dan serangan panik itu sendiri, jika Anda dapat mengontrol pernapasan Anda.

Fokus pada menghirup dan menghembuskan napas dalam-dalam melalui mulut Anda, biarkan udara perlahan mengisi dan kemudian meninggalkan dada dan perut Anda.

  1. Kesadaran Bahwa Anda Menderita Panic Attack

Anda mungkin mengingatkan diri sendiri bahwa Anda mengalami panic attack daripada serangan jantung, menyadari bahwa itu hanya sementara, bahwa itu akan berlalu, dan bahwa Anda baik-baik saja.

Hilangkan rasa takut akan kematian atau malapetaka yang akan datang, yang keduanya merupakan tanda-tanda serangan panik. Ini akan membebaskan Anda untuk fokus pada cara lain untuk meredakan ketidaknyamanan Anda.

Tidak selalu mungkin untuk menghindari pemicu serangan panik, tetapi mengetahui pemicunya akan membantu Anda mengenali bahwa itu adalah serangan panik dan bukan hal lain.

  1. Menutup Mata

Pada beberapa waktu atau kejadian gangguan mental ini dapat disebabkan oleh pemicu yang luar biasa. Panic attack dapat diperburuk jika Anda berada di lingkungan yang serba cepat dengan banyak rangsangan. Tutup mata Anda selama episode panik untuk membatasi sensasi. Ini dapat membantu Anda fokus pada pernapasan dengan menghalangi rangsangan yang mengganggu.

Demikian penjelasan mengenai Memahami Panic Attack & 5 Cara Pengobatan Gangguan Mental. Banyak orang mengalami episode panik, di mana mereka merasa takut dan tidak bisa mengendalikan situasi tanpa alasan yang jelas.

Mungkin menakutkan untuk merasa kehabisan napas atau seolah-olah Anda sedang mengalami serangan jantung. Serangan panik dapat menyerang kapan saja dan memiliki pengaruh besar pada hidup Anda, tetapi ada strategi untuk menghadapinya. Gangguan panik dan kecemasan, yang bisa menjadi penyakit yang mendasarinya, juga bisa diobati.

Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda khawatir tentang serangan panik. Mereka dapat membantu Anda mengembangkan pendekatan yang efektif untuk mengelola gejala dan mengurangi tingkat keparahannya. Obat-obatan, seperti antidepresan, dapat digunakan bersama dengan konseling.

Tags: #cara mengatasi panic attack #ciri ciri panic attack #gangguan mental #gangguan panic attack #gejala panic attack #panic attack #panic attack adalah

Rumah Sakit Container