Mengenal Benjolan Di Daun Telinga, Hati Hati Kista!

31 views

Mengenal Benjolan Di Daun Telinga, Hati Hati Kista!

Benjolan dapat muncul di mana saja di tubuh, termasuk daun telinga. Benjolan di daun telinga atau kista biasanya tidak berbahaya, tidak bersifat kanker, dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Benjolan ini juga dikenal sebagai kista epidermoid atau kista sebaceous.

Kista epidermoid atau kista sebaceous adalah nodul subepidermal enkapsulasi jinak yang mengandung bahan keratin. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, nodul daun telinga dapat berkembang secara perlahan dan berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, nodul daun telinga harus dievaluasi oleh spesialis jika menyebabkan pembengkakan dan nyeri. Karena bisa jadi itu adalah infeksi virus atau bakteri.

Benjolan di daun telinga dapat muncul baik di bagian atas maupun di bagian bawah, persis dimana daun telinga ditusuk untuk anting-anting. Berikut cara mengenali berbagai jenis benjolan yang tumbuh. 

Cara Mengenali Benjolan Di Daun Telinga

Benjolan di daun telinga tampak seperti kantong yang berisi sel-sel kulit mati. Warnanya tampak sedikit berbeda dari warna kulit dan bahkan bisa berubah menjadi kemerahan. Ukurannya juga sedikit lebih besar dari kacang polong. Namun, perlu dipertimbangkan apakah ukuran ini dapat membesar atau tidak.

Kebanyakan benjolan di telinga tidak berbahaya dan seharusnya tidak menimbulkan masalah selain masalah kosmetik kecil atau ketidaknyamanan pun cukup ringan. Misalnya, ketika melakukan panggilan / telepon akan tidak nyaman jika ada benjolan. 

Benjolan di telinga biasanya akan berkembang pada bagian atas, di belakang, atau di bawah telinga. Jika cairan ini pecah, maka akan mengeluarkan cairan yang disebut keratin, yang terasa seperti pasta gigi.

Baca Juga : Pahami Gejala Tumor Testis, Penyebab & Cara Mengetahuinya!

Penyebab Benjolan Di Daun Telinga

penyebab benjolan di daun telinga

Kista epidermoid adalah nama lain dari benjolan di daun telinga. Sindrom ini terjadi ketika sel-sel epidermis yang terkelupas bermigrasi lebih dalam ke dalam kulit dan bereproduksi. Sel-sel ini membangun dinding kista dan mengeluarkan keratin, yang mengisinya.

Benjolan di daun telinga bisa berkembang karena folikel rambut yang rusak atau kelenjar sebaceous. Masalah ini dapat disebabkan oleh keturunan atau berkembang secara spontan. Namun, hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tergantung pada lokasi pertumbuhan benjolan, penyebab benjolan di telinga bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

  1. Benjolan di telinga bagian atas

Seperti disebutkan sebelumnya, benjolan di daun telinga dapat terjadi di berbagai lokasi, salah satunya di bagian atas telinga. Benjolan lobus atas biasanya disebabkan oleh kelenjar sebaceous yang tersumbat di bawah kulit.

Penyakit ini tidak berbahaya, namun, benjolan di telinga bagian atas bisa membesar dan mengganggu aktivitas dan penampilan. Jurnal Bedah Kulit dan Kosmetik Di bagian tubuh lain, tumor besar di telinga bagian atas jarang terjadi.

  1. Benjolan di telinga bagian bawah

Selain di bagian atas, benjolan juga bisa terlihat di bagian bawah. Trauma adalah penyebab paling umum dari pembengkakan di telinga bagian bawah. Misalnya akibat proses tindik atau akibat alergi anting.

Adapun beberapa penyebab lain yang mungkin saja terjadi, yaitu: 

Berikut adalah berbagai penyebab benjolan di bawah telinga secara lebih rinci:

  • Reaksi Alergi

Respon alergi dapat terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adalah ketika Anda atau anak Anda mengenakan anting-anting di telinganya. Telinga bisa meradang jika tidak cocok atau jika Anda alergi terhadap bahan pembuatan perhiasan, seperti nikel. Akibatnya, terbentuklah benjolan atau benjolan di bawah telinga. 

Selain itu, alergi terhadap lotion, parfum, atau produk perawatan tubuh lainnya dapat menjadi penyebab pembengkakan di bawah telinga ini. Alergen ini kemudian menghasilkan kemerahan, iritasi, peradangan dan kekeringan pada kulit.

  • Cedera

Setiap cedera pada telinga, termasuk bagian bawah, meningkatkan kemungkinan terjadinya benjolan atau pembengkakan. Mengenakan anting-anting yang terlalu ketat, sengaja menarik anting-anting, atau menggunakan anting-anting besar adalah beberapa cedera paling umum yang menghasilkan benjolan di bawah telinga.

  • Gigitan Serangga

Telinga yang diserang serangga dapat dengan cepat mengembangkan gejala, seperti terbentuknya benjolan di bawah telinga. Gigitan serangga juga dapat menyebabkan gejala lain seperti rasa tidak nyaman, gatal, dan kemerahan. 

Jika Anda bangun di pagi hari dengan gejala gigitan serangga, kemungkinan besar Anda telah digigit tanpa sadar pada malam sebelumnya saat Anda sedang tidur.

  • Tindik Telinga

Salah satu penyebab munculnya benjolan di daun telinga adalah tindik. Ini karena tindik dapat menyebabkan luka terbuka, yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan sebagai reaksi alami terhadap kerusakan. Benjolan dapat disebabkan oleh tindik biasanya muncul dalam beberapa hari atau minggu setelah prosedur.

  • Abses

Abses adalah benjolan yang berkembang di bawah atau di atas permukaan kulit. Penyakit ini juga bisa bermanifestasi sebagai benjolan di belakang telinga. Abses ditandai dengan penumpukan nanah atau cairan di area benjolan di bawah telinga. Infeksi bakteri biasanya merupakan sumber dari massa atau abses ini. Selain menimbulkan benjolan, juga dapat menyebabkan nyeri, demam, dan mual.

  • Mastoiditis

Tulang mastoid terletak di dalam telinga. Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang dapat menyebabkan telinga melebar, salah satunya adalah benjolan di bawah telinga.

Baca Juga : 5 Cara Mengobati Nyeri Tumit Dengan Metode Alami & Obat!

Cara Mengidentifikasi Benjolan Daun Telinga

Jika Anda merasakan benjolan di dekat daun telinga atau di kulit kepala, kemungkinan besar itu adalah kista jinak yang akan hilang dengan sendirinya. Kista dapat berkembang pada waktu tertentu, tetapi pada akhirnya akan hilang tanpa terapi.

Jika benjolan di daun telinga Anda tumbuh, menyebabkan rasa sakit, atau mengganggu pendengaran, Anda harus menemui dokter. Selain itu, Anda perlu memperhatikan rona. Jika warnanya mulai berubah, itu mungkin terinfeksi. Setelah pemeriksaan fisik singkat, dokter akan membuat diagnosis. Jika ini dianggap tidak cukup, dokter dapat melakukan tindakan seperti CT scan, ultrasound, dan biopsi.

CT scan dapat membantu ahli bedah menentukan jalur operasi yang optimal dan mendeteksi kelainan. Ultrasonografi digunakan untuk menentukan jenis massa dalam tubuh. Benjolan tersebut kemudian di biopsi untuk mendapatkan sampel jaringan, yang kemudian diuji di laboratorium untuk menentukan apakah itu ganas atau tidak.

Demikianlah informasi seputar Mengenal Benjolan Di Daun Telinga, Hati Hati Kista!. Jika benjolan di bawah telinga tidak hilang setelah beberapa minggu, terlebih terdapat nanah, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Tags: #benjolan di bawah telinga #benjolan di daun telinga #penyebab benjolan di daun telinga

Rumah Sakit Container