Mengenal Cacar Monyet, Virus Baru Menyebar Ke Eropa

199 views

Mengenal Cacar Monyet, Virus Baru Menyebar Ke Eropa

Monkeypox atau cacar monyet kini sedang merajalela di beberapa kawasan Afrika serta Eropa. Virus ini termasuk dalam genus Orthopoxvirus, dan anggota dari genus Virus variola (penyebab cacar) hingga virus cacar sapi (digunakan dalam vaksinasi).

Pengertian Cacar Monyet

Seperti namanya, cacar monyet adalah hasil dari infeksi monyet. Pada tahun 1958, sebuah koloni monyet di fasilitas penelitian monyet di Kopenhagen, Denmark mengalami kejadian tidak biasa (KLB) berupa cacar.

Sementara itu, di Republik Demokratik Kongo, kasus cacar monyet pertama kali terdeteksi pada tahun 1970. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun tertular cacar di daerah di mana cacar berhasil diberantas pada tahun 1968. Akibatnya, cacar monyet diduga berasal dari di Afrika.

Sejak itu, kasus cacar monyet bermunculan dan menyebar ke seluruh Afrika Tengah dan negara Barat. Kasus ini telah dilaporkan di 11 negara, termasuk Gabon, Pantai Gading, Nigeria dan Sudan.

Meskipun cacar diperkirakan berasal dari Afrika, sekarang penyakit ini terlihat di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jenis virus ini pertama kali muncul di luar Afrika di Amerika Serikat pada tahun 2003.

Kontak dengan anjing di padang rumput yang terinfeksi telah dikaitkan dengan cacar monyet di Amerika Serikat. Tikus berkantung dan dormice Gambia yang didatangkan dari Ghana diduga terinfeksi. Di Amerika Serikat, hingga 70 kasus cacar monyet telah dicatat sebagai akibat dari wabah ini.

Ada juga contoh baru di Eropa dan Asia. Pada Mei 2019, Singapura melaporkan penemuan kasus cacar monyet. Penyebaran kasus monkeypox di sejumlah negara Eropa, serta asal muasal saat ini sedang dibicarakan. Pada Kamis (19/5) Spanyol mengkonfirmasi tujuh kasus cacar jenis monyet ini di Madrid dan sedang menyelidiki 22 kasus yang dicurigai. Satu kasus dilaporkan dari Italia. Lalu ada 17 kemungkinan kasus monkeypox di Montreal.

Beberapa kasus telah ditemukan di Inggris pada orang yang tidak melakukan perjalanan atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Diasumsikan bahwa cacar monyet berasal dari Afrika karena kasus pertama ditemukan di sana.

Baca Juga : 6 Gejala Kanker Usus Yang Tak Disangka Sering Dialami

Penyebab Cacar Monyet

penyebab cacar monyet

Virus ini disebarkan oleh percikan air liur yang masuk ke dalam tubuh melalui mata, mulut, hidung atau luka kulit. Benda yang terinfeksi, seperti pakaian pasien, juga dapat menyebarkan virus. Penularan dari manusia ke manusia, di sisi lain, terbatas dan membutuhkan interaksi terus menerus.

Monkeypox pertama kali ditularkan ke manusia dari goresan atau gigitan monyet atau tupai yang terinfeksi virus monkeypox. Monkeypox juga dapat tertular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Gejala 

Gejala cacar monyet muncul 5-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus cacar monyet. Monkeypox memiliki gejala awal sebagai berikut:

  • Demam
  • Lelah
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelenjar getah bening yang membengkak dan menyebabkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan

Gejala cacar ini bisa berlangsung dari satu hingga tiga hari. Ruam kemudian akan terbentuk di wajah dan menyebar ke area tubuh lainnya seperti lengan dan kaki. Ruam akan berkembang dari benjolan berisi cairan menjadi benjolan berisi nanah, kemudian pecah dan berkerak, menyebabkan borok di permukaan kulit. Ruam ini dapat berlanjut selama 2 hingga 4 minggu.

 Pengobatan Cacar Monyet

Tujuan pengobatan cacar monyet adalah untuk meredakan gejala. Untuk mempercepat proses penyembuhan, dokter akan meresepkan asetaminofen untuk meredakan demam dan nyeri serta menyarankan pasien untuk beristirahat.

Pasien juga harus banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak dan biji-bijian sebagai sumber energi untuk membantu mereka melawan penyakit. Perlu dicatat bahwa satu dari sepuluh pasien monkeypox berisiko meninggal. Akibatnya, pasien harus dirawat di ruang isolasi untuk mendapatkan perawatan medis dan mencegah penyebaran penyakit. Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Sistem kekebalan pasien dapat membantu memperbaiki kondisi ini.

Baca Juga : Vertigo : Penyebab, Gejala, Hingga Pengobatan

Pencegahan 

Cara paling efektif untuk mencegah cacar monyet adalah dengan menghindari kontak langsung dengan primata dan hewan pengerat yang terinfeksi, seperti monyet dan tupai. Upaya pencegahan lain yang dapat dilakukan antara lain:

  • Sebelum makan, menyentuh hidung atau mata, atau membersihkan luka, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Orang yang terinfeksi Monkeypox harus menghindari berbagi peralatan dapur atau menggunakan produk yang sama.

Dokter akan memberikan vaksin varisela kepada staf medis yang merawat pasien cacar untuk menghindari penularan. Tenaga medis juga harus memakai alat pelindung diri saat merawat pasien selain vaksin variola.

 

Tags: #cacar monyet #penyakit cacar monyet #virus cacar #virus cacar monyet

Rumah Sakit Container