Mengenal Badai Sitokin Pada Pasien COVID-19 Yang Berbahaya

133 views

Salah satu tantangan yang bisa dihadapi orang dengan COVID-19 adalah badai sitokin. Ini adalah kondisi yang perlu diwaspadai dan ditangani secara agresif. Gejala iniĀ dapat menyebabkan kegagalan organ dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Seputar Sitokin

Sitokin adalah protein yang membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam keadaan normal, sitokin membantu sistem kekebalan untuk mengkoordinasikan responnya dengan baik terhadap bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi.

Sitokin, di sisi lain, bisa berbahaya bagi tubuh jika diproduksi secara berlebihan. Ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam aliran darah terlalu cepat, badai sitokin terjadi. Gangguan ini menghasilkan peradangan dengan menyebabkan sel-sel kekebalan menargetkan jaringan dan sel tubuh yang sehat. Pemeriksaan D-dimer dan CRP pada pasien COVID-19 mengungkap masalah ini.

Peradangan seringkali menyebabkan organ tubuh rusak atau tidak berfungsi. Inilah sebabnya mengapa gejala ini harus dihindari dengan segala cara, karena dapat menyebabkan kematian.

Badai sitokin merusak jaringan paru-paru dan arteri darah pada orang dengan COVID-19. Alveoli paru-paru, atau kantung udara kecil, akan diisi dengan cairan, membuat pertukaran oksigen menjadi tidak mungkin. Akibatnya, pasien COVID-19 sering mengalami sesak napas.

Gejala Badai SitokinĀ 

Sebagian besar pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas, yang memerlukan penggunaan batu pernapasan atau ventilator. Kondisi ini biasanya muncul 6-7 hari setelah timbulnya gejala COVID-19.

Badai sitokin dapat menyebabkan berbagai gejala selain demam dan sesak napas, termasuk:

  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada kaki merupakan keluhan yang umum.
  • Muntah dan mual
  • Nyeri pada otot dan persendian
  • Batuk
  • Ambil napas dalam-dalam
  • Krisis
  • Kontrol gerak sulit.
  • Kebingungan dan halusinasi adalah gejala umum skizofrenia.
  • Tekanan darah benar-benar rendah.
  • Pembekuan darah

Perawatan Terhadap Pasien Covid-19 Yang Mengalami Badai Sitokin

Badai sitokin pada orang dengan COVID-19 membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Dokter Anda akan mengikuti langkah-langkah perawatan Anda berikut ini:

  • Tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu tubuh semuanya dipantau secara ketat.
  • Mesin kipas dipasang.
  • Cairan diinfuskan ke pasien.
  • Kadar elektrolit dipantau.
  • Dialisis adalah prosedur yang melibatkan pengangkatan (hemodialisis)
  • Penghambatan aktivitas sitokin menggunakan obat anakinra dan tocilizumab (actemra).
  • Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan pengobatan terbaik untuk pasien COVID-19 yang memiliki badai sitokin.

Badai sitokin dapat menyebabkan kerusakan organ yang mengancam jiwa pada orang dengan COVID-19. Untuk menghindari penyakit berbahaya ini, disarankan untuk mengikuti semua aturan sanitasi setiap saat dan di semua tempat.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala COVID-19 seperti batuk, demam, pilek, lemas, sesak napas, anosmia, atau gangguan pencernaan, segera isolasi diri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 ext. 9 untuk informasi lebih lanjut.

Tags: #Badai Sitokin #Bahaya Badai Sitokin

Rumah Sakit Container