Apakah Boleh Tidur dengan Kipas Angin? Berikut Resikonya!

215 views

Apakah Boleh Tidur dengan Kipas Angin Berikut Resikonya

Bahkan ketika di luar dingin, beberapa orang tidur dengan kipas angin untuk memberikan udara dingin ketika tidur. Aliran udara dari kipas angin benar-benar dapat menenangkan mata. Efek ini sangat mirip dengan hembusan angin di pantai atau hembusan angin saat berkendara, sensasi keduanya dapat menyebabkan timbulnya rasa kantuk. 

Lantas, apakah paparan angin malam berbahaya bagi kesehatan? Menurut beberapa ahli, menggunakan kipas angin saat Anda tidur bisa sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Banyak orang di Indonesia percaya bahwa tidur dengan kipas angin meningkatkan risiko terkena flu hingga penyakit paru paru basah. Adapula yang berpendapat bahwa kipas mencegah keringat menguap dan menyebabkannya mengendap di dalam tubuh.

5 Faktor Resiko Tidur dengan Kipas Angin

faktor resiko tidur dengan kipas angin

Saat ini, kipas angin adalah kebutuhan untuk setiap rumah. Beberapa orang memakainya terus-menerus di kamar mereka, bahkan saat mereka tidur, untuk menghindari kepanasan. Bahkan, itu menimbulkan risiko kesehatan dan efek negatif, yaitu: 

  1. Alergi terhadap debu

Satu-satunya efek tidur dengan kipas angin adalah sirkulasi udara, yang hanya terjadi di dalam ruangan. Tanpa menyadari kipas, tidak ada pertukaran udara, memungkinkan Anda untuk bernapas secara normal selama sisa napas Anda.

Kipas angin berpotensi menyebarkan bakteri, kuman, dan bahkan virus ke udara ketika ruang tidak dapat menyaring udara secara efektif. Tidak disarankan menggunakan kipas angin setiap hari jika Anda bergantung padanya untuk membantu Anda tidur. Jika kipas bekerja terus menerus, mungkin akan menarik debu dari ruangan ke arah Anda. Ini akan mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan batuk seperti asma karena alergi debu.

  1. Bell's Palsy

Sindrom Bell's palsy dan efek negatif lainnya dapat terjadi akibat penggunaan kipas angin saat Anda panas. Kondisi ini menyebabkan kelumpuhan wajah mempengaruhi seseorang. Fakta bahwa wajah terus-menerus terkena angin dingin dapat menyebabkan kondisi ini karena wajah menjadi kaku. Wajah akan terasa tegang dan sulit untuk tersenyum atau berekspresi saat terkena penyakit ini.

  1. Hipertermia

Hipertermia disebabkan oleh penggunaan ventilator malam hari yang berkepanjangan. Ketika tubuh tidak mampu menahan panas dan suhu naik di atas normal (36°C), kondisi ini dikenal sebagai hipertermia. Akibatnya, Anda tidak boleh menyalakan kipas angin di ruangan tanpa ventilasi saat di luar sangat panas. Saat Anda menyalakan kipas angin, buka semua jendela.

Tubuh akan bereaksi dengan berkeringat saat jendela terbuka. Namun, jika suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dapat menyebabkan hipertermia atau berkontribusi pada peningkatan tekanan panas dalam tubuh.

  1. Oksigen yang tidak memadai

Tidur dengan kipas angin memang tak dipungkiri sangat menyegarkan. Ternyata jika kipas terus berputar cepat, paru-paru Anda tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Mulut dan hidung akan terkena angin saat kipas angin meniupkan udara dingin. Ini bisa memperburuk situasi, membuat Anda kekurangan oksigen dan membuat Anda sulit bernapas.

  1. Tubuh tidak memiliki cukup cairan

Kualitas tidur Anda mungkin menurun jika Anda terus-menerus menggunakan kipas angin sepanjang malam. Ternyata udara dingin di dalam ruangan bisa menyebabkan tubuh Anda menyerap air saat Anda tertidur dengan kipas angin menyala. 

Akibatnya, tubuh terasa rentan. Tubuh, bagaimanapun, sebenarnya membutuhkan air. Organ dan kulit tidak dapat berfungsi dengan baik saat tubuh mengalami dehidrasi. Saat tubuh sedang mengalami kekeringan, kelembapannya akan berkurang dan Anda juga akan terbangun dengan rasa haus di malam hari.

Alternatif Mengurangi Resiko Tidur Dengan Kipas Angin

tidur dengan kipas angin

Jika terpaksa untuk harus menggunakan kipas angin ketika beristirahat di malam hari, ada beberapa hal untuk mengurangi kemungkinan alergi dan melindungi diri Anda dari debu dan alergi lainnya, termasuk:

  • Hindari mengarahkan kipas angin ke tubuh atau tempat tidur Anda.
  • Anda dapat mencoba filter udara di tempat tidur jika perlu.
  • Untuk membantu menjaga hidung tetap kering dan mencegah masalah hidung lainnya, sobat bisa melakukan irigasi hidung setiap hari.

Nah, itu dia informasi seputar amankah tidur dengan kipas angin. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan kipas angin, terutama dalam hal pembersihan. Untuk menghindari penyebaran debu dan kotoran yang dapat menyebabkan gejala asma dan alergi kambuh, Anda perlu membersihkan kipas angin dengan rutin.

Tags: #amankah tidur dengan kipas angin #tidur dengan kipas angin

Rumah Sakit Container