Tragedi Kanjuruhan, Pahami Efek Gas Air Mata Mematikan

161 views

Tragedi Kanjuruhan, Pahami Efek Gas Air Mata Mematikan

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 telah memakan banyak korban dan kerugian. Banyaknya korban terjadi lantaran sesak nafas, terinjak-injak, dan menahan efek gas air mata. Setelah pertandingan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, 125 orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan.

Pengertian Gas Air Mata

gas air mata adalah

Gas air mata adalah istilah umum untuk zat yang menyebabkan iritasi pada kulit, paru-paru, mata, dan tenggorokan. Paparan memiliki efek kesehatan langsung dan potensial jangka panjang. Bagi mereka yang sudah memiliki masalah medis yang mendasarinya, gas air mata dapat menyebabkan gejala yang lebih parah.

Kebanyakan orang pulih dengan cepat dari paparan gas air mata. Namun, jika mereka bersentuhan dengan zat ini, mereka tetap harus berkonsultasi dengan dokter. Gas air mata bukanlah gas, terlepas dari namanya. Ini terdiri dari bahan kimia yang bisa padat atau cair dan umumnya diterapkan sebagai semprotan atau bubuk. 

Reaksi zat ini dengan kelembaban menyebabkan rasa sakit dan perih. Inilah sebabnya mengapa hal itu terutama mempengaruhi bagian tubuh yang lembab seperti paru-paru, mulut, tenggorokan dan mata. Karena mengandung banyak bahan kimia berikut, gas air mata bisa berakibat fatal atau berbahaya bagi kesehatan Anda, yaitu: 

  • Kloroasetofenon (CN)
  • Klorobenzilidenemalononitril (CS) 
  • Kloropikrin (PS)
  • Bromobenzil sianida (CA)
  • Dibenzoxazepin (CR)
  • Kombinasi kimia yang berbeda

Jenis gas air mata yang digunakan pada tragedi Kanjuruhan ini juga dikenal sebagai semprotan merica, semprotan capsicun, agen anti huru hara. Gas air mata datang dalam berbagai kekuatan. Paparan yang lebih lama atau lebih terkonsentrasi dapat memperburuk gejala. Gas air mata awalnya dibuat sebagai senjata kimia untuk aplikasi militer. Penggunaan senjata kimia ini dalam pertempuran sekarang dilarang.

Namun, mereka umumnya digunakan selama protes untuk menghentikan pergerakan orang atau oleh penegak hukum atau personel militer untuk membubarkan massa. Penerapan gas air mata di depan umum tunduk pada peraturan yang ketat. Ini hanya termasuk menggunakan gas air mata di luar ruangan, menembak dari jarak jauh, dan menggunakan campuran kimia dengan kekuatan paling sedikit.

Baca Juga : Pahami Ciri Ciri Keracunan Obat Yang Dialami Hotman Paris!

Efek Sementara Gas Air Mata

efek gas air mata di tragedi kanjuruhan

Gas air mata seperti yang terjadi di tragedi Kanjuruhan memiliki efek langsung berikut pada mata:

  • Mata merah, perih dan berair
  • Penglihatan kabur
  • Iritasi dan rasa terbakar di mulut dan hidung
  • Mengalami kesulitan menelan
  • Mual dan pusing
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Terengah-engah
  • Ruam dan iritasi

Sensasi lain yang mungkin terjadi adalah sesak di dada atau perasaan mati lemas. Dalam 15-20 menit, efek gas air mata tidak akan terasa lagi. Tabung yang digunakan untuk menembakkan gas air mata berpotensi melukai orang serta membuat tubuh terpapar zat tersebut. Mereka bisa menjadi panas dan menyebabkan luka bakar. Wajah, mata atau kepala bisa rusak karena terkena tabung.

Efek Jangka Panjang dan Resiko Kematian

Jika seseorang meninggalkan area di mana terdapat gas air mata dan gejalanya hilang dengan cepat. Namun, efek gas air mata yang terus-menerus pada tubuh masih belum dipahami dengan baik oleh para ilmuwan. Efek kesehatan yang serius dapat terjadi akibat paparan gas air mata yang berkepanjangan atau berat. Salah satunya seperti yang terjadi di tragedi Kanjuruhan. Berikut beberapa efek jangka panjang hingga resiko kematian.

  • Glaukoma
  • Kebutaan
  • Luka bakar beracun
  • Kesulitan bernafas

Efek gas air mata pada tubuh diperiksa dalam studi tahun 2017 yang menggunakan data yang dikumpulkan selama periode 25 tahun. Bahan kimia dan pipa yang melepaskannya mengakibatkan kematian, cedera serius dan cacat permanen.

Cara Menghilangkan Efek Gas Air Mata

cara menghilangkan efek gas air mata

Jika Anda terpapar gas air mata seperti pada tragedi Kanjuruhan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar tidak memperburuk kondisi, yaitu:

  1. Cuci Mata dengan Air Bersih

Hindari area yang terkena segera jika Anda bersentuhan dengan gas air mata. Luangkan setidaknya 10 menit untuk membilas mata atau organ lain yang terkena di bawah air bersih yang mengalir. Cara terbaik adalah menggunakan air garam (infus) steril untuk membilas area yang terkena gas air mata jika memungkinkan.

Jangan lupa melepas pakaian, topi, lensa kontak, dan benda lain yang menempel di tubuh setelah terkena gas air mata. Cari pertolongan medis segera jika gejala berlanjut atau bahkan memburuk dan disertai dengan gangguan penglihatan yang berkelanjutan.

  1. Jangan Menggosok Mata

Ingatlah untuk tidak menggosok wajah atau mata setelah terkena gas air mata. Penyebabnya adalah aktivitas ini dapat menyebabkan kristal gas air mata menjadi aktif. Karena itu, cukup bilas tubuh Anda dengan air bersih daripada menggosoknya.

  1. Hindarin Berendam

Menghindari berendam adalah strategi selanjutnya untuk melawan efek gas air mata. Pasalnya, dalam berendam, gas air mata bisa larut. Jadi, tanpa berendam, pastikan untuk segera membasuh badan dengan air.

  1. Ganti Pakaian yang Terkontaminasi

Pakaian yang terkontaminasi gas air mata harus segera dilepas dan diganti. Saat mencuci, pisahkan benda yang pernah terkena gas air mata. Masukkan pakaian Anda ke dalam kantong plastik dan buang ke tempat pembuangan sampah B3 (berbahaya dan beracun) jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan.

Nah, itu dia informasi seputar Tragedi Kanjuruhan, Pahami Efek Gas Air Mata Mematikan.

Tags: #arema #cara menghilangkan gas air mata #efek gas air mata #gas air mata #kanjuruhan malang #malang #persebaya #tragedi 1 oktober 2022 #tragedi kanjuruhan #tragedi kanjuruhan malang

Rumah Sakit Container