Ukuran Penis Pria Ini Mengecil Karena Covid, Kok Bisa?  

350 views

Ukuran Penis Pria Ini Mengecil Karena Covid, Kok Bisa?  

Berita bahwa penis pria menyusut setelah terinfeksi covid-19 bukan tidak berdasar, meskipun dalam kasus ini risikonya cukup kecil. Disfungsi seksual kini ditambahkan ke dalam daftar besar gejala virus corona yang tidak terduga dan tidak menyenangkan. Ini bukan kejadian biasa, dan mereka yang terpengaruh dapat mencoba beberapa solusi potensial. Stress karena keadaan dan pengaruh besar dampak covid di semua bidang seperti ekonomi serta kehidupan sosial sangat tinggi pengaruhnya.

Kisah Awal Pria Penisnya Mengecil Setelah Terinfeksi Covid

Kisah sedih ini berawal dari seorang penulis surat anonim yang menderita "covid dick". Pria tersebut berusia tiga puluhan. Dia mengalami kesulitan ereksi setelah keluar dari rumah sakit. Terlepas dari kenyataan bahwa gejalanya membaik setelah berkonsultasi dengan dokter, pria itu dikatakan tetap menjadi pengingat yang terlihat dari cobaan beratnya. Sebelum covid-19, dia mengatakan penisnya lebih besar dari biasanya tetapi telah menyusut 1,5 inci dan menjadi jauh lebih pendek dari biasanya.

Pembawa acara podcast juga berbicara dengan beberapa ahli urologi, yang dengan tepat menunjukkan bahwa ada jejak data yang jelas yang menghubungkan covid-19 dengan masalah ereksi atau seksual. Anak laki-laki dengan covid-19, sekitar tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan kasus baru disfungsi ereksi daripada pria yang tidak terkena covid-19, menurut penelitian yang diterbitkan pada bulan November. Daya tahan serta kekuatan biologis pria yang disalurkan melalui penis sekitar 60% didasari oleh pengaruh fikiran dan 40% dari kesehatan fisik. 

Lantas, apa alasan Ukuran Penis Pria Ini Mengecil Karena Covid, Kok Bisa?. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa risikonya bisa hampir enam kali lebih tinggi, sementara yang lain menyarankan peningkatan risiko sekitar 20%. Disfungsi seksual telah digambarkan sebagai gejala oleh sebagian kecil pasien dengan covid yang luas, termasuk wanita. Dan dalam beberapa kasus, disfungsi ereksi dapat menyebabkan alat kelamin pria menyusut, terutama jika disebabkan oleh kerusakan fisik dan jaringan parut yang mencegah buah zakar ereksi secara teratur.

Penyebab Penis Mengecil

penis mengecil karena covid 19

Ada beberapa hipotesis tentang bagaimana covid-19 menyebabkan disfungsi ereksi. Infeksi berpotensi mencapai jaringan kelamin dan menyebabkan kerusakan langsung pada pembuluh darah di sekitarnya. Ini juga bisa terkait dengan efek tidak langsung dari infeksi pada sistem kekebalan tubuh, yang dapat menyebabkan peradangan berbahaya. 

Dalam situasi yang parah, rawat inap dapat berdampak pada tubuh, termasuk penis. Orang dengan gangguan kesehatan terkait lainnya yang dapat mempengaruhi sirkulasi, seperti diabetes tipe 2, lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi (DE) karena kerusakan pembuluh darah. Banyak penyebab juga disfungsi ereksi dapat dikaitkan dengan stres dan kekhawatiran, dan sayangnya, penderita covid lebih mungkin mengalaminya.

Namun, usia sejauh ini merupakan faktor risiko paling signifikan untuk disfungsi ereksi, dengan 70% pria menderita disfungsi ereksi pada usia 70 tahun. Meskipun tidak ada data konkret tentang prevalensi sebenarnya dari disfungsi ereksi terkait covid, tampaknya tidak berdampak pada sebagian besar pria. Karena sejauh ini, baik pria maupun wanita berpendapat bahwa berhubungan seks dengan itens mampu mengurangi tingkat stress karena dampak covid. Ini juga cara mencegah terjadinya disfungsi ereksi karena beban pikiran.

Di Indonesia sendiri, pengaruh besar dari Covid pada kinerja penis itu dipengaruhi oleh beban ekonomi yang ditimbulkan pandemi covid berkepanjangan. Karena tuntutan tersebutlah, banyak dari para pria yang mayoritas berumur 45 tahun keatas enggan atau merasa kurang nyaman untuk melakukan seks karena pasangan mereka lebih mengutamakan menuntut biaya hidup dari pada kebutuhan seksual. Tetapi hal tersebut juga belum ada penelitian lebih lanjut, apakah virus ini benar-benar membuat ukuran penis menyusut.

Dalam studi November, misalnya, hanya di bawah 5% pria dalam sampel didiagnosis dengan disfungsi ereksi akibat covid-19. Ada obat yang tersedia secara luas untuk disfungsi ereksi, seperti obat sildenafil. Alat kelamin pria yang menyusut juga dapat diobati atau dicegah dengan "rehabilitasi penis", yang dapat mencakup latihan peregangan dan/atau alat pemompa, menurut ahli urologi. Jadi jangan putus asa jika Anda takut dengan covid.  Sebagai catatan, saat ini belum ada bukti hubungan antara DE dan vaksinasi covid-19.

Rumah Sakit Container