Vaksin Moderna Tiba Di Indonesia, Berikut 8 Efek Sampingnya!

145 views

Untuk memerangi penyebaran virus corona, pemerintah terus mendorong pemerintah untuk melakukan kampanye vaksinasi secara ekstensif untuk COVID-19. Pemerintah juga menggunakan Moderna untuk vaksin Covid-19, selain Sinovac dan AstraZeneca. Vaksin Moderna, yang tersedia secara eksklusif untuk profesional kesehatan sebagai booster, sekarang tersedia untuk seluruh populasi. 

Kementerian Kesehatan telah mengesahkan 5.102.300 dosis vaksin Moderna untuk vaksinasi terhadap Covid-19 di 34 wilayah per 12 Agustus 2021. Vaksin Moderna Pfizer BioNTech adalah bentuk vaksin Covid-19 yang diproduksi menggunakan teknik mRNA. Adapun cara kerja dari vaksin tersebut yaitu memberikan informasi genetik ke tubuh yang menyebabkan lonjakan protein virus atau bakteri. Protein ini terdapat pada permukaan virus corona. Peningkatan protein akan menyebabkan sistem imun membuat antibodi spesifik yang akan melindungi tubuh dari infeksi Covid-19 selanjutnya.

Vaksinasi Moderna diberikan kepada masyarakat umum yang belum pernah mengkonsumsi Covid-19 dosis 1 dan 2, namun bukan sebagai vaksin booster, menurut Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi Moderna. Vaksinasi Moderna diberikan dua kali sebulan dengan cara suntik (suntikan).

Efek Vaksinasi Moderna 

Sama seperti vaksin lainnya, vaksin ini juga memiliki efek yang dapat bereaksi setelah penyuntikan. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang lebih umum terkait dengan vaksin Moderna, yaitu:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Ketidaknyamanan sendi
  • Gemetaran
  • Mual dan muntah
  • Demam (di atas 38 derajat Celcius)
  • Pada posisi tubuh yang disuntik, terdapat nyeri, kemerahan dan edema.

Kumpulan efek samping ini telah diamati berkembang sekitar 2-3 hari setelah dosis kedua disuntikkan, menurut hasil studi klinis. Namun, itu akan hilang seiring waktu, terlepas dari apakah perawatan itu digunakan atau tidak.

Dampak buruk vaksin Moderna, menurut Komnas KIPI, bisa berbeda-beda pada setiap orang. Akibatnya, efek samping vaksin Moderna dapat bervariasi dari orang ke orang. Oleh karena itu, Komnas KIPI menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan potensi dampak negatif dari vaksinasi mRNA.

Efek Samping Yang Jarang Terjadi 

Efek samping dari vaksin Moderna sangat jarang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Food and Drug Administration, meskipun dapat terjadi pada peserta yang divaksinasi.

Miokarditis dan perikarditis adalah efek samping yang dimaksud. Peradangan pada otot jantung dikenal sebagai miokarditis. Perikarditis, di sisi lain, adalah peradangan pada lapisan jantung.

Kedua efek samping yang tidak umum ini biasanya terjadi beberapa hari setelah dosis imunisasi kedua. Nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung yang cepat adalah beberapa gejala tambahan yang mungkin terjadi.

Efek merugikan dari vaksin Moderna, seperti miokarditis dan perikarditis, biasanya dapat diobati dan dipulihkan dengan mudah pada kebanyakan orang. Vaksinasi dengan mRNA diyakini menyebabkan efek samping lain yang tidak biasa, seperti reaksi alergi parah, selain miokarditis dan perikarditis (anafilaksis). Ketika tubuh bereaksi terhadap bahan kimia tertentu dalam vaksin, respons alergi dapat terjadi. 

Berikut adalah beberapa gejala reaksi alergi yang parah:

  • Sulit bernafas
  • Peradangan pada wajah dan tenggorokan
  • Ruam di sekujur tubuh, 
  • Jantung berdebar-debar

Jika Anda mengalami efek samping yang serius setelah menerima vaksinasi Moderna, segera hubungi dokter Anda.

Tags: #Efek Samping Moderna #Efek Samping Vaksin #Efek Vaksin Moderna #Vaksin Moderna

Rumah Sakit Container