Vaksin Pfizer Tiba Di Indonesia, Kenali 7 Efek Sampingnya

127 views

Pandemi Covid-19 belum berakhir secara keseluruhan. Hal ingin mengartikan bahwa masyarakat harus tetap waspada dalam menjalani kehidupan. Vaksin merupakan salah satu cara agar dapat memerangi pandemi ini. Pemerintah saat ini sudah menyelenggarakan vaksinasi gratis bagi seluruh warga Indonesia. Ada berbagai varian vaksin Covid-19 di Indonesia, salah satunya yang baru tiba di Jakarta yaitu jenis vaksin Pfizer.

Vaksin Pfizer dengan brand COMIRNATY yang muncul di Indonesia akan direncanakan untuk seluruh penduduk yang belum pernah mendapatkan imunisasi Covid-19. Tahap pertama pengiriman vaksin ini hanya di sekitar wilayah Jabodetabek terlebih dahulu. 

Kebutuhan untuk melayani wilayah Jabodetabek disebabkan oleh kerangka koordinasi yang rumit berbeda dengan berbagai jenis imunisasi. Antibodi Pfizer memerlukan perawatan dan keterampilan yang tidak biasa dan harus digunakan segera, karena rincian imunisasi ini harus secara eksplisit disimpan di lokasi dengan suhu yang sangat rendah antara -90 dan -60 derajat Celcius.

Pfizer adalah vaksin canggih dengan buatan perusahaan Pfizer, Inc. dan BioNTech untuk meningkatkan protein kekebalan tubuh, sehingga dapat ditampung oleh infeksi virus Corona. Pfizer adalah vaksin mRNA, jenis vaksin baru yang terdiri dari satu bahan aktif, khususnya mRNA.

Ketika disuntikkan ke dalam tubuh, jenis vaksin mRNA ini akan mengajarkan sel-sel di dalam tubuh untuk membuat protein. Protein lonjakan untuk virus Corona, yang kemudian merangsang respons mesin kekebalan tubuh. Mesin imun rangka menyadari adanya benda asing, maka akan menghasilkan antibodi yang kemudian akan bekerja melindungi rangka, sementara virus unik Corona berusaha menginfeksi.

Dosis Pfizer yang akan diterima oleh penerima vaksin adalah dosis, dengan jarak antara dosis primer dan dosis kedua 21 hari. Harus dipahami bahwa vaksin COVID-19 tidak tergantikan, jadi jika seseorang mendapatkan Pfizer karena vaksin pertama, vaksin kedua juga harus menggunakan Pfizer.

Tingkat Efektivitas Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer termasuk golongan vaksin yang mempunya nilai efikasi sangat tinggi selain moderna. Sejak bulan Mei silam, Public Health England (PHE) menyatakan bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat keefektifan mencapai 97% mencegah kematian akibat virus Covid-19. Setelah dosis pertama, antibodi akan tercipta sebanyak 80 persen, lalu jika sudah melewati tahap kedua, maka efikasi vaksin tersebut bisa mencapai 97 persen.

Cara Kerja Vaksin Pfizer

  1. Injeksi vaksin

Seperti vaksin lainnya, vaksin Pfizer akan disuntikkan ke area otot lengan atas. Saat vaksin disuntikkan, mRNA memasuki sel kekebalan tubuh, di mana mRNA digunakan oleh sel-sel ini untuk membuat chip protein. Setelah protein selesai, sel-sel kekebalan tubuh menghancurkan mRNA.

  1. Produksi antibodi

Karenanya, sel-sel ini akan menunjukkan protein lonjakan virus Corona di permukaannya. Produksi antibodi dari suntikan pertama akan mengenali protein atau benda asing didalam tubuh manusia. Akibatnya, terbentuklah respon imun dan dengan demikian aktif memproduksi antibodi, sama seperti saat tubuh terinfeksi virus Corona asli.

  1. Pelatihan pelindung untuk tubuh

Antibodi dari vaksin pfizer tersebut bermanfaat bagi tubuh manusia yang diharapkan dapat mengenali dan melindungi tubuh dari paparan virus yang masuk ke tubuh kita. Perlu diketahui bahwa vaksinasi tidak akan membuat seseorang menderita COVID-19 di kemudian hari, karena bahan yang disuntikkan ke dalam tubuh bukanlah virus aktif, melainkan mRNA.

Siapa Yang Bisa Mendapatkan Vaksin?

Sebelum divaksinasi ada baiknya untuk mengetahui apa saja persyaratan untuk dapat menerima vaksin tersebut. Penggunaan ketika pertama kali vaksin pfizer ini diluncurkan yaitu hanya diperbolehkan bagi para remaja dan dewasa yang berusia lebih dari 16 tahun serta tidak terinfeksi virus. Namun seiring dengan keluarnya hasil uji klinis fase III pada anak usia 12-15 tahun, dinyatakan bahwa anak usia 12 tahun ke atas bisa menggunakannya.

Efek Samping Vaksin

Adapun vaksin ini memberikan efek samping bagi para penerimanya. Namun, efek samping ringan ini dikatakan membatasi diri dan merupakan tanda bahwa vaksin tersebut bekerja. Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Pfizer.

  • Sakit di tempat suntikan
  • Kemerahan di tempat suntikan vaksin
  • Pembengkakan di area injeksi vaksin
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • mual

Jika reaksi alergi parah terjadi setelah menerima dosis pertama vaksinasi, dosis kedua vaksin tidak boleh diberikan. Segera konsultasikan dengan dokter atau penyedia vaksinasi terdekat jika efek samping setelah vaksinasi tidak kunjung hilang atau bahkan memburuk.

Tags: #Efek Vaksin Pfizer #Vaksin Pfizer

Rumah Sakit Container